Sunday, May 22, 2011

Filled Under:

Ya, Aku Tidak Perjaka Lagi!

Persahabatan Rika dan Andy semakin akrab, sebagai teman satu kampus mereka telah menjalin persahabatan sejal pertama masuk kuliah. hampir tahun persahabatan itu mereka bina tanpa saling mencampuri hal - hal yang sangat pribadi antar mereka. Kadang mereka terlihat bersama - sama di pusat hiburan, pusat wisata dan perbelanjaan tapi hanya sebatas sahabat. Ya, sahabat!.
Rika adalah seorang gadis yang mampu menjaga pergaulannya di tengah - tengah mewabahnya kehidupan bebas anak muda. Kegiatannya utama sebagai mahasiswa dan aktif di beberapa organisasi telah menjadi pelipur lara dalam kesendiriannya. Andy tahu itu dan tak sedikitpun terbesit dalam hati Andy untuk jatuh cinta pada Rika. Mereka saling curhat tentang keadaan remaja sekarang, pergaulan bebas, free sex, dan kenakalan remaja lainnya. Mereka sepakat bahwa itu bukanlah sebuah kehidapan yang pantas bagi calon - calon penerus bangsa yang besar ini. Itulah yang membuat hubungan persahabatan mereka semakin lama semakin akrab. Kesamaan dalam menatap masa depan.
“Darimana saja kamu Andy?” tanya Rika ketika Andy terlihat kecapaian di sekretariat BEM.
“Biasa, habis sama anak - anak tadi, ada acara amal dan hiburan, oya Kamu lagi pain?” tanya Andy bersamaan dengan tangannya meraih botol air di meja.
“Aku lagi buat laporan, tapi aku gak konsen ni, bingung!” Rika berhenti mengetik dan berbalik badan sehingga psisi mereka sekarang saling berhadapan.
“Bingung kenapa? Cerita dong! Selama masih ada Andy, Rika tidak boleh bingung”
“Tapi aku bingung harus mulai dari mana”
“Mulai tadi malam ja, karena cuma yang tadi malam yang tidak ku ketahui darimu”
“Ah kamu ni.. hehhe “
Mereka akhirnya tersenyum dan berbicara akarb seperti biasa. Rika menceritakan keinginan orang tuanya yang ingin menjodohkannya bila dia belum punya pacar apalagi orangtua Rika sangat ingin menimang cucu sekarang. Jadi Rika ditintut untuk segera menikah. Rika bingung mencari lelaki pilihannya karena selama ini hanya Andy yang akrab dengannya, yang memahaminya dan yang selalu hadir dalam hidupnya tetapi hanya sebatas sahabat.
Andy tahu kalau Rika tidak akan menjatuhkan pilihan padanya dan itu sangat tidak mungkin.
“Andy, kasih saran dong!” pinta Rika
“Ya deh, kamu cari ja pria yang cocok denganmu lagipula di kampus ini banyak yang suka kamu kok Ka” jawab Andy
“Tapi aku belum tentu suka mereka Dy” Rika berkilah seakan mencari yang lain dari jawaban Andy.
“Terus kamu akan menerima perjodohan Ka?” tanya Andy
“Distulah aku bingung, aku ingin mencari sendiri tapi kau tak menemukannya dan jika dijodohkan juga belum tentu aku mencintainya kan?”
“Iya sih, trus giman rencanamu sekarang?”
“Andy, aku ingin kamu jujur? Kamu suka nggak padaku?”
Andy tersentak, sebuah pertanyaan yang tak disangkanya keluar dari  mulut manis gadis didepannya sekarang. Kata - kata yang tak pernah meluncur selama persahabatan mereka. Andy bingung.
“Jawab Andy, kamu suka nggak?” desak Rika
“Ya, jujur aku suka kamu Rika, tapi kita hanya bisa bersahabat!”
“Kenapa Dy?”
“Karena aku bukan yang terbaik buatmu. Buat pengorbananmu selama ini. Terhadap apa yang kamu idamkan dari cal0n suamimu”
Rika tersentak, Rika mengetahui segala seluk beluk Andy tapi sekarang dia tertegun dengan pengakuan Andy. Rupanya ada sesuatu yang tersembunyi di antara mereka. Rik paham akan maksud pernyataan Andy karena dia sering menceritakan lelaki idamannya. Lelaki yang sangat ingin didapatkan dan beberapa saat lalu dia berpikir bahwa itu adalah Andy tapi tidak untuk sekarang.
“Jadi Andy …:” Belum habis Rika berbicara, dengan kedewasaan Andy menyambungnya
“Ya, aku tidak perjaka lagi”,Bukankah tidak pantas serang lelaki yang telah menelantarkan kehormatannya bersanding dengan gadis yang begitu teguh menjaga mahkota dirinya. Bukankah aku terlalu hina di depan mu. Seorang gadis perawan yang pandai, smart dan cantik” Andy berkata lirih sambil memalingkan wajahnya dari Rika. Dia seperti tak sanggup menatap wajah perempuan yang tegar di hadapannya.
“Rika, Gadis Perawan hanyalah untuk para lelaki Perjaka karena itulah imbalannya setelah berjuang mempertahankan kehormatannya di dalam kehidupan yang gila ini, bukan aku tidak mencintaimu tapi terpaksa aku harus menyayangimu sebatas sahabat, seperti dulu, seperti hubungan kita dua tahun ini” Andy melanjutkan.
Rika kembali terdiam, sekarang dia menemukan hal lain dalam  diri Andy, kedewasaan, kerelaan membahagiakan orang lain, ketegaran dalam mengambil  sikap dan keputusan.
+++++++++++++
Sebuah pesta kecil diselenggarakan di rumah sederhana, nampak para tamu sibuk memberi selamat kepada kedua mempelai. Tak ada yang tidak menyumbangkan senyum bahagia atas peristiwa langka dalam hidup manusia ini. Mereka saling menyapa sambil menikmati hidangan seadanya. Hari semakin sore ketika seseorang menyerahkan selembar surat kepada Rika.
“Selamat Menempuh Hidup, semoga menjadi keluarga Bahagia dan Awet selamanya buat kalian berdua. Pasangan yang serasi dan istimewa Andy Pratama dan Rika Rachel Putri. Salam dari sahabat - sahabat kalian yang tidak bisa hadir hari ini”

1 comments: